Tuesday, January 15, 2013

Aplikasi Telematika di Remote Area


Bisnis telekomunikasi adalah bisnis yang menguntungkan. Orang tidak segan membelanjakan uang untuk beli pulsa. Tarif pulsa yang ada sekarang ini sudah tergolong murah. Namun, ternyata biaya itu masih bisa lebih murah lagi.
Ada alternatif menarik dari sekelumit permasalahan perang tarif telepon seluler atau pulsa yang masih dianggap masih mahal: Open Base Transceiver Station (Open BTS).
BTS (Base Transceiver Station) berfungsi menjembatani perangkat komunikasi pengguna dengan jaringan menuju jaringan lain. Satu cakupan pancaran BTS dapat disebut Cell. Komunikasi seluler adalah komunikasi modern yang mendukung mobilitas yang tinggi. Dari beberapa BTS kemudian dikontrol oleh satu Base Station Controller (BSC) yang terhubungkan dengan koneksi microwave ataupun serat optik.
“Dengan menggunakan software open source dan sebuah hardware yang tidak terlalu besar, kita bisa membuat BTS sendiri,” ungkap Penggiat Teknologi Informasi (TI), Onno W Purbo, yang pertama mengembangkan Open BTS ini di Indonesia.
Namun bukan buat alternatif tersebut saja, Open BTS ini juga ditujukan untuk bisa menjadi solusi membantu daerah terpencil yang tidak tersentuh operator seluler, seperti misalnya pedalaman Papua. “Orang Papua punya ponsel, tapi biasanya mereka menggunakannya untuk mendengarkan musik. Beli pulsa juga percuma, karena tidak ada BTS-nya. Tidak ada operator seluler yang berani masuk ke kawasan pedalaman, karena biaya pasang BTS sangat mahal, dan mereka tidak melihat ada potensi konsumen di sana, sehingga mereka akan rugi,” kata Onno.
Karena itulah, Open BTS akan sangat bermanfaat untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di daerah seperti itu. Sepertinya memang logis, melihat operator telekomunikasi selalu memberikan layanan hanya kepada yang mampu bayar. Tapi di sisi lain, orang-orang di wilayah pedalaman yang terpencil akan makin terkucil tanpa komunikasi dengan dunia luar.
Selain area terpencil, Onno juga mengatakan bahwa Open BTS ini sangat baik didirikan di kawasan paska bencana yang infrastrukturnya rusak parah, serta di daerah perbatasan. Cara membuatnya mudah. “Lagipula protokol yang digunakan adalah protokol asterisk, yakni protokol yang persis sama dengan yang digunakan Telkomsel misalnya,” ungkap Onno.
Tapi belum ada yang mengimplementasikan teknologi ini secara nyata di Indonesia. Banyak kendala yang dihadapi Open BTS ini untuk dikembangkan. Selain keterbatasan alatnya atau perangkat hardware, lagi-lagi regulator enggan memberikan kesempatan untuk mengembangkan aplikasi Open BTS ini lebih jauh lantaran dicap bisa mengancam keberlangsungan dan keuntungan para operator seluler. Bahkan disebut-sebut penggunaan Open BTS ini ilegal.

Sumber :



 

Tuesday, October 23, 2012

Pemanfaatan Telematika - Konferensi Video


      Menurut wikipedia, konferensi video  adalah seperangkat teknologi telekomunikasi interaktif yang memungkinkankan dua pihak atau lebih di lokasi berbeda dapat berinteraksi melalui pengiriman dua arah audio dan video secara bersamaan.
Konsep konferensi video sama seperti percakapan antara dua orang (point-to-point) atau melibatkan beberapa tempat (multi-point) dengan lebih dari satu orang di ruangan besar pada tempat berbeda.

       Pada jaringan digital, pengiriman suara membutuhkan kecepatan sekitar 64 Kbps dan pengiriman video membutuhkan kecepatan 1,5-2 Mbps. Untuk layanan video conference secara keseluruhan akan dibutuhkan kecepatan pengiriman sekitar 9,2 Mbps.

Komponen – komponen yang dibutuhkan untuk sebuah sistem video conference diantaranya : 
o Video input : camera video atau webcam
o Video output : monitor computer atau proyektor
o Audio input : microphones
o Audio output : speaker atau headphone
o Media transfer data : LAN atau Internet

Jenis Konferensi Video

Distributed Video Conference
Adalah suatu sistem video conference yang terdiri dari beberapa client yang melakukan konferensi secara langsung antar client yang saling berhubungan tanpa melalui sentral / control unit sebagai pengatur. Server disini berfungsi untuk proses call setup dan handshaking. Keuntungannya video dan audio yang dikirimkan mempunyai kualitas yang bagus karena tanpa direlay ke control unit dahulu. 
Di bawah ini merupakan arsitektur Distributed Video Conference :


Centralized Video Conference
Adalah suatu sistem video conference yang melibatkan beberapa client dengan satu MCU (Multiparty Control Unit) untuk memfasilitasi konferensi tersebut. MCU disini berfungsi sebagai pengatur dan pengendali yang melaksanakan proses seperti audio mixing, video switching dan mixing serta distribusi data dalam konferensi multipoint dan mengirimkan kembali datanya ke terminal yang berpartisipasi. MCU juga menyediakan pertukaran antara codec yang berbeda dan mungkin menggunakan multicast untuk mendistribusikan video yang telah diproses.
Di bawah ini merupakan arsitektur Centralized Video Conference : 


Terdapat dua jenis Centralized conference, yaitu:
1. Loosely-Coupled Conference Yaitu sistem video conference secara terpusat yang mengijinkan masing-masing clientnya untuk berhubungan secara bebas dengan menggunakan codec dan protocol yang berbeda-beda. Sistem ini menggunakan teknologi multicast dalam proses komunikasinya.


2. Tightly-Coupled Conference Yaitu sistem video conference secara terpusat dengan pengaturan atau policy yang ketat yang hanya mengizinkan client-client yang berhubungan menggunakan protocol yang sama. Dalam sistem ini digunakan focus / single user agent yang mengatur dan mengendalikan komunikasi.

Kelebihan konferensi video :
  • Meningkatkan produktivitas karena kemampuan VTC untuk berbagi dokumen, ide atau gambar dengan mudah.
  • Menghemat biaya.
  • Menghemat waktu.
Kelemahan konferensi video :
  • Harga masih terbilang mahal untuk dimiliki sehingga hanya perusahaan atau organisasi tertentu yang mempunyai cukup dana dan sangat membutuhkan yang memiliki konferensi video.
  • Alat-alat untuk konferensi video sulit didapat dan proses penginstalan harus ekstra hati-hati agar tidak salah
 
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_video
http://digilib.ittelkom.ac.id/index.php?view=article&catid=10:jaringan&id=373:video-conference&tmpl=component&print=1&page=

Nama : Astria Rahmania
NPM  : 10109709
Kelas : 4KA19

Sunday, August 5, 2012

E-Book Pengantar Sistem Basis Data

Seiring perkembangan waktu, pengolahan sistem informasi saat ini berkaitan dengan basis data. Basis data cukup berperan penting dalam hal keakuratan dan keamanan. Basis data atau database adalah suatu susunan atau kumpulan data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan yang dikelola dan disimpan secara terintegrasi dengan metode tertentu menggunakan komputer sehiingga mampu menyediakan informasi yang diperlukan pemakainya. 

Untuk mempelajari Pengantar Sistem Basis Data lebih lanjut, silakan download E-Booknya disini