Wednesday, June 6, 2012

Pelangi


Pelangi adalah sebuah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.

Pelangi terbentuk dari cahaya matahari, cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia sanggup mencerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut spektrum. Di dalam spektrum, garis merah selalu berada pada salah satu sisi dan biru serta ungu di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.

Pelangi tidak lain adalah busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika melalui prisma kaca. Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda memanjang dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air.

Cahaya keluar kembali dari tetesan air ke arah yang berbeda, tergantung pada warnanya. Warna-warna pada pelangi ini tersusun dengan merah di paling atas dan ungu di paling bawah pelangi.

Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari dibekalang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.

sumber :

Hamburger




Hamburger (atau seringkali dinamakan burger saja) adalah makanan yang terbuat dari roti yang diisi oleh daging, sayur-sayuran dan saus.
Etimologi
Banyak orang keliru dan mengira bahwa nama Hamburger berasal dari kata ham (babi), namun sebenarnya namanya berasal dari kota Hamburg di Jerman.
Hamburger menjadi terkenal di seluruh dunia lewat Amerika Serikat dan berbagai usaha waralaba rumah makan cepat saji seperti McDonald’s dan Burger King.

Di Jerman, biasanya setiap kota besar memiliki hidangan istimewa yang dinamai sesuai nama kota itu. Contohnya Frankfurter yang menjadi nama suatu jenis sosis, dan Berliner adalah sejenis donat. Hamburger sebenarnya merujuk pada nama daging cincang yang dibentuk menjadi bundar dan digoreng dalam minyak panas. Nama ini juga kemudian digunakan untuk menyebut sandwich yang berisi daging ini.

Budaya burger
Ketika banyak imigran dari Eropa mencari kehidupan yang lebih baik di benua baru Amerika, mereka mencoba untuk menjual hidangan khas dari daerah asalnya. Seperti halnya imigran dari Italia yang membuka usaha rumah makan pizza dan pasta, imigran Jerman dari Hamburg menjual sandwich hamburger. Seiring dengan berjalannya waktu, hamburger menjadi semakin terkenal karena cepat dihidangkan dan memenuhi kebutuhan para pekerja yang tidak memiliki banyak waktu untuk makan siang.

Di berbagai rumah makan siap saji saat ini hamburger biasanya dihidangkan dengan kentang goreng dan minuman ringan.

Field Commander


Suatu pergelaran music khususnya untuk Marching Band tidaklah bisa berjalan tanpa sesorang yang memimpin pergelaran itu. Memimpin dalam hal ini adalah seseorang yang memimpin atau mengarahkan sebuah pergelaran musik dengan cara gerakan terlihat. Sehingga kesalahan pemain dalam memainkan music dapat diminimalisir dan pergelaran music tersebut akan berjalan lancar. Conductor, itulah sebutan seseorang yang memimpin suatu pergelaran music baik orchestra, paduan suara maupun ensambel.
Sama halnya dengan unit saya, memerlukan seseorang yang dapat memimpin para player memainkan music yang akan dimainkan. Namun dalam penyebutannya sedikit berbeda, dalam hal ini disebut dengan Field Commander.  
Dengan Field Commader unit dapat lebih terarah khususnya dalam hal pergelaran music, serta dapat menampilkan maksud dari lagu dan membuat sesorang yang menontonnya merasakannya. Akan tetapi tanpa kepercayaan dari player sebagai orang yang dipimpin, mereka bukanlah apa-apa, jadi kepercayaan antar player dan pemimpin, dalam hal ini Field Commader, haruslah dibina dari awal sehingga dapat menjadi kekuatan yang kuat.

Perkusi

Sejarah
Antropolog dan sejarawan umumnya berpendapat instrumen musik perkusi merupakan alat bantu bermain musik pertama yang pernah diciptakan, sementara suara manusia merupakan alat musik pertama yang digunakan manusia. Instrumen perkusi seperti tangan, kaki, tongkat, batu, dan batang kayu sangat mungkin masuk sebagai generasi selanjutnya dalam evolusi musik.
Seiring dengan dibuatnya perkakas yang digunakan untuk berburu, dan bertani, keahlian dan teknologi yang ada membuat manusia mampu untuk membuat instrumen yang lebih kompleks. Sebagai contoh, batangan kayu sederhana dilubangi agar menghasilkan bunyi dalam intonasi yang lebih panjang (sebagai contoh: bedug, gendang), dan beberapa instrumen tersebut selanjutnya dikombinasikan untuk menghasilkan ragam suara yang berbeda.


Berdasarkan cara suara dihasilkan
Banyak literatur, termasuk dalam “Teaching Percussion” oleh Gary Cook dari Universitas Arizona, mulai meneliti karakteristik fisik dari instrumen dan cara suara dihasilkan. Paradigma ini dianggap sebagai metode yang paling dapat diterima secara keilmuan dan memudahkan untuk membuat model penamaan dibandingkan dengan paradigma lain yang lebih bergantung pada sejarah dan lingkungan sosial yang ada. Dari hasil observasi dan sejumlah eksperimen, penentuan berdasarkan klasifikasi dari metode suara dihasilkan bisa dimasukkan pada salah satu dari lima kategori berikut:
Idiofoni
“Idiofoni menghasilkan suara melalui getaran dari seluruh badan instrumen.” Contoh instrumen-instrumen yang termasuk dalam kategori idiofoni:
* Bel
* Bock-a-da-bock
* Celesta
* Chimes
* Simbal
* Hi-hat
* Marimba
* Singing bowls
* Slit drum
* Suspended Cymbal
* Triangle
* Vibraphone
* Wood block
* Xylophone
* Vibraslap
* Cabasa
* Güiro
Membranofoni
Kebanyakan instrumen perkusi yang dikenal sebagai “drum” termasuk dalam kategori membranofoni. “Membranofoni menghasilkan suara saat membran tersebut dipukul.”[1] Contoh instumen-instrumen yang termasuk dalam kategori membranofoni:
* Snare drum
* Tom-tom
* Drum bass
* Timpani
* Drum bongo
* Djembe
* Conga

Berdasarkan fungsi pada permainan musik atau orkestra
Pengklasifikasian berdasarkan fungsi dibedakan pada: instrumen perkusi bernada, dan instrumen perkusi tak bernada.
Sebagai contoh, beberapa instrumen perkusi (seperti Marimba dan timpani) menghasilkan suara pada intonasi yang kuat sehingga dapat memainkan melodi dan berfungsi menciptakan harmoni dalam permainan musik. Instrumen lain seperti simbal dan snare drum menghasilkan suara tak bernada.
Instrumen musik perkusi bernada
Instrumen perkusi dalam kelompok ini terkadang disebut sebagai “tuned”, “pitched” atau sederhananya “pit”.
Contoh instrumen perkusi bernada:
* Chimes
* Crotales
* Glass harp
* Glass harmonica
* Lira
* Marimba
* Steelpan
* hang drum
* Tubular bell
* Timpani
* Tuned Triangle
* Vibraphone
* Wind chimes
* Xylophone
* Xylo-marimba
* Tabla
Instrumen musik perkusi tak bernada
Instrumen yang termasuk dalam kategori ini terkadang disebutkan sebagai “non-pitched”, “unpitched”, atau “untuned”. Fenomena atas ini muncul disebabkan suara yang dihasilkan oleh instrumen memiliki frekuensi yang kompleks sehingga tidak dapat ditentukan sebagai sebuah nada.
Contoh instrumen perkusi tak bernada:
* Anvil
* Drum bass
* Castanets
* Simbal
* Gong
* Snare drum
* Tom-tom
* Rainstick

Instrumen musik perkusi tidak hanya dimainkan sebagai pengiring/ritmis, melainkan pula sebagai melodi dan memainkan harmoni.
Perkusi umum dianggap sebagai “tulang punggung”, atau “jantung” dari sebuah pertunjukan musik, dalam permainan seringkali dikolaborasikan bersama instrumen bass. Pada musik jazz dan musik populer, bassis dan drummer seringkali dikelompokkan sebagai seksi ritmis. Kebanyakan musik-musik klasik yang ditulis untuk penampilan sebuah orkestra penuh sejak zaman Hadyn dan Mozart menggunakan alat-alat musik string, tiup kayu, dan tiup logam. Namun demikian, seringkali setidaknya sepasang timpani diikutsertakan didalamnya, meski tidak digunakan secara aktif dalam keseluruhan pertunjukkan (hanya mengisi bagian-bagian tertentu). Pada abad ke delapan belas dan sembilan belas, jenis instrumen musik perkusi yang digunakan mulai beragam seperti triangle dan simbal, meski masih berfungsi seperti halnya timpani, untuk memberi penekanan pada bagian tertentu dalam musik. Barulah pada abad ke dua puluh instrumen musik perkusi mulai sering digunakan dalam pertunjukkan musik-musik klasik.
Dalam setiap jenis musik, perkusi memainkan peranan yang penting. Dalam pertunjukkan marching band, perkusi digunakan sebagai penjaga tempo, dan beat yang memungkinkan para pemain berjalan secara serempak dan dalam irama dan kecepatan yang sama. Dalam musik jazz klasik, pendengar dapat dengan segera membedakan jenis ritme dari hi-hat atau bunyi simbal saat kata “swing” diucapkan. Dalam kultural musik yang lebih populer, hampir tidak mungkin untuk menamakan tiga atau jenis irama pada musik rock, hip-hop, rap, funk atau bahkan soul karena pola permainan perkusi tidak memiliki irama dengan beat yang sama.
Disebabkan ragam jenis instrumen perkusi yang luas, tidak jarang ditemukan ensembel musik besar dengan keseluruhan instrumen yang dimainkannya adalah instrumen perkusi. Ritmis, melodi, dan harmoni semua muncul dan hidup dalam penampilan tersebut, dan seringkali merupakan pertunjukan yang menarik.


sumber :
http://suaranada.wordpress.com/2010/04/29/perkusi-sejarah-dan-perniknya/


Es Krim

Menurut sejarah, es krim telah dikenal sejak abad ke-4 sebelum masehi. Saat itu, Kaisar Nero dari Romawi memberi perintah untuk mengambil es dari pegunungan dan menghidangkannya dengan dihiasi buah-buahan.
Es krim dengan bentuk yang kita lihat sekarang pertama kali diperkenalkan oleh Kaisar Tang dari Dinasti Shang, China. Saat itu, sang Kaisar memerintahkan agar es dicampur dengan susu sapi dan tepung.  Semua bahan tersebut diaduk hingga menjadi krim.
Di Eropa, es krim diperkenalkan oleh Marcopolo. Mereka memproduksi mesin yang bisa membuat air menjadi beku. Karena listrik belum ditemukan,  mesin tersebut menggunakan minyak tanah. Hal itulah yang membuat es menjadi mahal sehingga hanya dikonsumsi oleh bangsawan.  Hingga abad ke-16, es krim adalah hidangan yang mewah.
Berikut ini adalah beberapa fakta sejarah mengenai es krim.
  1. Kata ice cream berasal dari frasa “iced cream”.
  2. Kedai es krim yang pertama didirikan adalah di New York City pada tahun 1776.
  3. Terobosan besar dalam pembuatan es krim adalah penggunaan garam untuk mengatur temperatur adonan, serta ditemukannya freezer.
  4. Tahun 1846, Nancy Johnson dari New England menemukan mesin es krim manual, yang kemudian dipatenkan oleh William G. Young dengan nama “Johnson Patent Ice-Cream Freezer” pada tahun 1848.
  5. Tahun 1851, Jacob Fussel  mendirikan pabrik es krim skala besar yang pertama.
  6. Tahun 1897, Alfred L Cralle menemukan dan mematenkan cetakan es krim dan scooper.
  7. Tahun 1926, Clarence Vogt menemukan freezer modern.
Dahulu, di Italia, Fransesco Propopio dei Coltelli menjual es buah berupa strawberry sorbet dan es krim. Awalnya, orang-orang menganggap itu adalah makanan yang aneh. Namun semakin lama pembuatan es krim semakin meluas, dan sekarang Italia menjadi salah satu negara yang terkenal akan kelezatan  es krimnya.
Di Amerika, es krim adalah sajian orang-orang ternama seperti Presiden Amerika George Washington dan Thomas Jefferson. Saat ini, Amerika adalah negara yang masyarakatnya paling banyak mengonsumsi es krim. Rata-rata setiap orang menghabiskan 15-20 liter per tahun. 

Es krim dapat dibedakan komposisi dan kandungannya. Komponen terpenting dari es krim adalah lemak susu dan susu skim. Di Inggris, ada standar tersendiri untuk produk es krim. Pemerintah menetapkan produk es krim harus mengandung 2,5 persen lemak susu dan 7,5 persen susu skrim (padatan susu non lemak). Jika dicampur dengan buah, maka kandungan lemak susunya 5 persen atau 7,5 persen serta kandungan susu skrim 7,5 persen atau 2,0 persen.

Berdasarkan literatur, es krim dapat dikelompokkan dalam tiga kategori berdasarkan kandungan lemak dan komponen solid non lemak atau susu skrim. yakni :
• standar, kadar lemaknya 10 % dan komponen solid susu non lemak 11 %.
• premium, kadar lemaknya 15 % dan komponen solid susu non lemak 10 %.
• dan super premium, kadar lemak paling tinggi atau sekitar 17 persen dan komponen solid susu non lemak paling rendah atau sekitar 9,25 %.

Es krim juga bisa dibedakan berdasar komposisinya, yakni :
• Milk ice, atau es susu adalah produk yang memiliki lemak dalam jumlah rendah atau sekitar 4 persen.
• Sherbet, memiliki kandungan lemak sekitar 2 persen.
• Water ice, tak menggunakan lemak susu dan susu skrim melainkan hanya menggunakan jus buah dan gula serta ditambahkan penstabil.
Di pasaran, es krim digolongkan atas kategori
• Economy
• Good average
• Deluxe
 
Perbedaan utama dari ketiga jenis es krim tersebut terletak pada kandungan lemak susunya. Selain tiga kategori di atas, saat ini di pasaran juga dikenal es krim rendah lemak, yaitu es krim yang direduksi kandungan lemaknya per takaran saji. Reduksi yang dilakukan umumnya sebesar 25 hingga 50 persen dari jumlah normal. Jadi, kandungan lemak dalam es krim rendah lemak hanya sekitar 2-6 persen.

sumber :
http://goorme.com/article/history-of-ice-cream

http://www.loveicecream.110mb.com/jenis%20es%20krim.htm