Tuesday, March 12, 2013

Etika yang berlaku di Indonesia



       Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia, etika adalah ilmu tentang hal yang baik dan hal yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral, kumpulan asas/ nilai yang berkenaan dengan akhlak, dan nilai mengenai yang benar dan yang salah yang diyakini masyarakat.

     Pengertian kata "Etika" (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan. Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.

        Etika terbagi dalam 2 kelompok yaitu:

Etika umum
Etika yang membahas tentang kondisi – kondisi dasar bagaimana manusia itu bertindak secara etis.etika inilah yang menjadi dasar dan pegangan manusia untuk bertindak dan digunakan sebagai tolak ukur penilaian baik buruknya suatu tindakan.

Etika khusus
Penerapan moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus misalnya olahraga, bisnis dan etika profesi.

        Berikut ini merupakan etika-etika yang berlaku di Indonesia berdasarkan lingkungannya :

Lingkungan keluarga :
1. Mengucapkan salam ketika masuk rumah.
2. Berbicara dengan nada yang sopan.
3. Tidak membantah perintah orang tua.
4. Mendengarkan bila orang tua sedang berbicara dengan kita.
5. Sebelum berpergian kita meminta izin terlebih dahulu kepada orang tua.
6. Mencium tangan orang tua bila hendak bepergian.
7. Mendahulukan orang tua mengambil makanan.

Lingkungan masyarakat :
1. Bila bertemu dengan orang yang kita kenal, maka sebaiknya kita menyapanya.
2. Menggunakan tangan kanan untuk memberi dan menerima.
3. Menghormati orang yang lebih tua.
4. Menjawab salam ketika ada yang mengucapkannya.
5. Mendahulukan hak para pejalan kaki.
6. Meminta maaf ketika berbuat salah.
7. Membuang sampah pada tempatnya.
8. Tidak meludah di sembarang tempat.
9. Tidak membuang gas didekat orang banyak.
10. Menyeberang jalan pada jembatan penyebrangan / zebra cross.
11. Menjawab ketika ditanya orang.
12. Menutup mulut ketika menguap / batuk / bersin.
13. Tidak memotong pembicaraan orang lain.
14. Tidak menertawakan orang yang memiliki kekurangan fisik.
15. Permisi ketika lewat di depan banyak orang.
16. Membungkukan badan ketika lewat di depan orang.
17. Tidak mendahului minum sebelum dipersilahkan tuan rumah.
18. Berkata & berbuat jujur.
19. Menghargai hak orang lain.
20. Hormat ketika bendera merah putih sedang dikibarkan.

Lingkungan bisnis :
1. Saling menghargai dan menghormati sesama rekan kerja.
2. Berbicara dengan ramah kepada sesama rekan kerja dan pimpinan.
3. Datang tepat waktu.
4. Mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke ruang rekan kerja atau pimpinan.
5. Tidak duduk sebelum dipersilahkan rekan kerja atau pimpinan.
6. Saling memberi kartu nama menggunakan tangan kanan dan menerimanya dengan kedua tangan.
7. Membaca kartu nama setelah menerimanya.
8. Meminta maaf terlebih dahulu bila hendak interupsi di dalam suatu forum.
9. Mengangkat tangan apabila ingin bertanya di dalam suatu forum.
10. Tidak membangga-banggakan keunggulan diri sendiri.



Sumber : 



Nama : Astria Rahmania
NPM  : 10109709
Kelas  : 4KA19



Tuesday, January 15, 2013

Aplikasi Telematika di Remote Area


Bisnis telekomunikasi adalah bisnis yang menguntungkan. Orang tidak segan membelanjakan uang untuk beli pulsa. Tarif pulsa yang ada sekarang ini sudah tergolong murah. Namun, ternyata biaya itu masih bisa lebih murah lagi.
Ada alternatif menarik dari sekelumit permasalahan perang tarif telepon seluler atau pulsa yang masih dianggap masih mahal: Open Base Transceiver Station (Open BTS).
BTS (Base Transceiver Station) berfungsi menjembatani perangkat komunikasi pengguna dengan jaringan menuju jaringan lain. Satu cakupan pancaran BTS dapat disebut Cell. Komunikasi seluler adalah komunikasi modern yang mendukung mobilitas yang tinggi. Dari beberapa BTS kemudian dikontrol oleh satu Base Station Controller (BSC) yang terhubungkan dengan koneksi microwave ataupun serat optik.
“Dengan menggunakan software open source dan sebuah hardware yang tidak terlalu besar, kita bisa membuat BTS sendiri,” ungkap Penggiat Teknologi Informasi (TI), Onno W Purbo, yang pertama mengembangkan Open BTS ini di Indonesia.
Namun bukan buat alternatif tersebut saja, Open BTS ini juga ditujukan untuk bisa menjadi solusi membantu daerah terpencil yang tidak tersentuh operator seluler, seperti misalnya pedalaman Papua. “Orang Papua punya ponsel, tapi biasanya mereka menggunakannya untuk mendengarkan musik. Beli pulsa juga percuma, karena tidak ada BTS-nya. Tidak ada operator seluler yang berani masuk ke kawasan pedalaman, karena biaya pasang BTS sangat mahal, dan mereka tidak melihat ada potensi konsumen di sana, sehingga mereka akan rugi,” kata Onno.
Karena itulah, Open BTS akan sangat bermanfaat untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di daerah seperti itu. Sepertinya memang logis, melihat operator telekomunikasi selalu memberikan layanan hanya kepada yang mampu bayar. Tapi di sisi lain, orang-orang di wilayah pedalaman yang terpencil akan makin terkucil tanpa komunikasi dengan dunia luar.
Selain area terpencil, Onno juga mengatakan bahwa Open BTS ini sangat baik didirikan di kawasan paska bencana yang infrastrukturnya rusak parah, serta di daerah perbatasan. Cara membuatnya mudah. “Lagipula protokol yang digunakan adalah protokol asterisk, yakni protokol yang persis sama dengan yang digunakan Telkomsel misalnya,” ungkap Onno.
Tapi belum ada yang mengimplementasikan teknologi ini secara nyata di Indonesia. Banyak kendala yang dihadapi Open BTS ini untuk dikembangkan. Selain keterbatasan alatnya atau perangkat hardware, lagi-lagi regulator enggan memberikan kesempatan untuk mengembangkan aplikasi Open BTS ini lebih jauh lantaran dicap bisa mengancam keberlangsungan dan keuntungan para operator seluler. Bahkan disebut-sebut penggunaan Open BTS ini ilegal.

Sumber :