Episode 1.
Seperti biasa, gue pulang kantor di jemput mas didit...
Bedanya, malam ini dia jemput gue sambil ngambil kendaraannya di rumah gue. Kebetulan gue sama dia tukeran kendaraan krn kendaraan gue mau dibetulin di bengkel. Orang rumah gue mempercayakan ke dia untuk urus segala sesuatunya krn cuma dia yg ngerti otomotif :')
Gue sama dia janjian di tempat biasa dia jemput. Kami isi bensin di SPBU kuning-merah di bilangan tebet. Mas didit udah bilang ke petugasnya isi (sekian) (setara dgn 20an liter).
MD : mas didit, P : petugasnya.
MD : isi (sekian) ya mas
P : iya mas. kacanya mau dibersihin sekalian?
MD : iya iya mas bersihin
Sambil nunggu, gue dan MD berdebat-debat lucu (aiiiih berdebat-debat lucu~ preettt)
Kaca selesai dibersihin dan tiba-tiba petugasnya ngagetin.
P : Eh isi (sekian) ya mas?
MD : Iya, kan tadi udah bilang
P : Yaahhhh, kelebihan jadi full tank.
Gue dan MD : HAH ????!!!!
Gue : terus jadi berapa mas?
P : jadi 400-(sekian)
MD : trus gimana dong?
P : iya jadinya 400-(sekian)
Gue : waduuuuh gimana yaaaa
MD : kan tadi kita udah bilang mas
terus berdebat gitu kami bertiga, tapi gak sampe yg gimana-gimana kok.
P : ya udah krn kesalahan saya... hmmm bukan salah saya juga sih, td saya udah setting (sekian) tapi mesinnya ternyata begitu. ya udah biar saya aja yg tanggung kelebihannya
Gue dan MD : gapapa mas?
P : iya gapapa kok
Gue dan MD gak tega liat ekspresinya yg mencerminkan 'kayaknya gak cuma pas ini doang masalahnya, jangan-jangan sebelumnya juga masalah dan lagi-lagi dia yg harus nanggung kelebihannya'
Masalah pun clear tapi menyisakan gak tega kalo inget si mas tadi.
Semoga dgn niatnya yg tulus untuk bertanggung jawab atas apa yg terjadi walaupun bukan sepenuhnya kesalahan dia, pekerjaannya menjadi berkah, rezeki lancar, dan diberikan lebih dari apa yg dia keluarkan.
Bantu aamiinin yaaa teman-teman....
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Episode 2
N : aku lagi muter otak nih gimana caranya supaya bisa menghasilkan uang dari blog
MD : kenapa blog?
N : karena aku suka nulis. tapi moody sih...
MD : itu namanya bukan sukaaaaa! itu namanya kamu nyaman
N : aku suka kok!
MD : yang namanya suka itu, dilakukan secara konsisten. Bukan moody. Kadang nulis kadang nggak. Kalo suka, bukan begitu. Kalo mau menghasilkan uang dari nulis blog, ya kamu konsisten nulisnya. Fokus ke satu pembahasan.
N : iya...
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Episode 3
Lagi bahas sesuatu yang intinya :
"Ibarat kamu tanam padi. Kan di padi tumbuh semacam rumput-rumput gitu tuh di sekitarnya. Tapi, ketika kamu tanam rumput, gak akan tumbuh padi. Artinya apa, ketika kita berbuat kebaikan, pasti ada aja yang bicara/memandang negatif. Tapi, kalo kita berbuat negatif, gak akan ada yang bicara/memandang baik.
Jadi, kalau kita berbuat baik, ya tinggal kita jalani aja. Kita gak bisa tutup mulut orang lain. Kita hanya bisa tutup telinga kita sendiri." -Adityo S. Sukroseno-
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
The End.
Thursday, February 4, 2016
Sunday, October 25, 2015
Icip-icip Filosofi Kopi
Halo! Lagi pengen review tentang tempat yang gue datangi kemarin bermodalkan kamera handphone dan pencahayaan seadanya karena hari sudah sore. Tulisan ini dibuat menurut sudut pandang gue yang bukan coffee lover dan belum pernah nonton filmnya. So, gue hanya membahas soal tempatnya aja.
Kedai Filosofi Kopi berada di Jl. Melawai VI, Jakarta Selatan. Tepatnya di depan Blok M Square. Jangan kaget dengan penampakan luarnya ya! Kedai ini berdiri di bawah bongkaran bangunan tua. Jujur gue sempat speechless begitu liat tempatnya. Hmmm menurut gue cukup kecil tempatnya karena tempat barista membuat minuman letaknya di tengah ruangan. Ya mungkin memang begitu konsepnya, no probs :) Yang jadi masalah buat gue adalah ac nya gak terasa :')
Sebenernya mau capture foto yang kayak di instagram-instagram gitu, tapi daku bisa apa...
crowded :')
Oiya, saran aja sih yaaaa... lebih baik kalo ke sini gak usah bawa orang tua. Berhubung tempatnya lumayan sempit, kursi rapat-rapat, ngeri aja gitu kalo kebetulan sebelah orang tua kita itu yang duduk pasangan yang lagi manja-manjaan dan sejenisnya. Bakal jadi awkward. Pengalaman :(
Masuk ke minumannya ya,
Disini tersedia coffee dan non-coffee, keduanya bisa hot/cold.
Kakak gue a.k.a coffee lover yang katanya kalo gak minum kopi sehari aja bisa pusing, pilih cafe latte (cold 35K).
Ibu gue, pilih green tea latte (cold 35K).
Dari hati yang paling dalam, gue mau pesen green tea latte, tapi udah dipilih ibu, jadi gue pesen chocolate latte (cold 35K). Sebenernya sih sama aja, soalnya kami biasa icip-icip hehehe.
Yang harus dipersiapkan sebelum kesini adalah :
- kesabaran, karena pesanan tiba cukup lama.
- kipas tangan, bagi orang-orang yang sama kayak gue.
- kelapangan dada, karena susah dapetin tempat duduk.
- kamera
Tulisan ini sekedar review tempat aja yaa... IYKWIM~
Salam,
Si green tea lover.
Saturday, July 11, 2015
Nia, Sanda, Bianca
Astria Rahmania :
Gak suka keramaian. Maksudnya,
nia lebih suka kumpul sama teman yang dekat dengan dia, yang tau sifat dia,
yang sehari-hari akrab dengan dia. Dia tipe orang yang harus didengar ketika ia
sedang bicara. Dia langsung ciut kalo omongannnya gak didengar. Karena itulah
ketika berada di perkumpulan yang ramai, dia memilih menjadi pendengar yang
baik daripada harus berbicara tapi gak didengar. Dia tidak meyakini sebuah kata
‘sahabat’. Dia lebih suka menyebutnya
‘teman baik’. Dengan teman-teman baik
itulah dia bisa menjadi dirinya sendiri, bisa keluar kelakuan-kelakuan bele
nya, ketawa lepas, dan sedih ketika harus berjauhan.
Sanda Riyani :
Kalo nia gampang laper perut,
kalo sanda gampang laper mata. Gampang banget! Haha. Hidup itu harus saling
melengkapi. Itulah kenapa orang laper mata cocoknya jalan sama orang yang laper
perut (nyambung gak sih sama
kiasannya?). Orang laper mata beli makanan atau minuman cuma untuk menuhin rasa
penasarannya. Diabisin? Nggak! Hahaha. Kalo udh kebeli ya udah, selebihnya
dikasih ke orang. Disinilah peran nia B^) Kalo sanda udah beli yang dia pengen,
daripada gak diabisin yaa mendingan buat nia :p Jadilah nia tempat akhir-nya
semua yang sanda beli. Dia yang beli tapi nia yang kenyang, lumayan kaaan hehe.
Selalu ada candaan di antara mereka berdua. Contoh :
Sanda : lo gak belajar nyetir ni?
Nia : gue skalian ntar aja
belajar nyetirnya. Takutnya tiba-tiba gue punya mobil keren yang stirnya di
kiri. Kan pasti kan bakal keder tuh kalo biasa nyetir di kanan jadi di kiri. Ya
jadi skalian ntar aja laah
Sanda :
hahahah iyeeeiyeee percaya aja gue mah.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sanda : niii bagus nih dipake lo... beli ni beliiii
Nia : gak ah
Sanda : kenapaa? Bagus tauuu
Nia :
sebenernya gue punya sepatu yang beeeeeeeuuhh.... bejejer di rumah sampe rusak
krn gak pernah dipake. Yaa tapi lu tau lah dari jaman kuliah, gue naik turun
angkot, kalo ujan takut rembes kena becek, mendingan pake crocs(-crocsan) yang
harganya 50rb. Kalo beli di jembatan penyebrangan masih kembali 10rb
malah. Kalo basah tinggal lap pake tisu.
Empuk lagi. Nyaman.
(sebenarnya
mah itu alibi gak punya duit :p)
Sanda : kembali 15rb niaaaaa
Nia :
naaaah!
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sanda : gue masih mikir-mikir
kalo kerja deket rumah. Beraaat :’(
Nia : Kenapaaaaaa? :(((
Sanda : kalo janjian sama lo di
CP atau dimana beraaat udh sampe rumah mesti jalan lagi
Nia : tetep yee yg
dipikirin main hahaha
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Masuk toko
Sanda : iiiih bagussss
Nia : beli sandaaaaa
mumpung diskon. Kalo gak diskon harganya lima ribu (padahal gak sampe)
Sanda : oooh gitu yaaaa. Mauuu :(((
Beberapa saat kemudian
Nia : iiiiih bagussss
Sanda : beli niiiii. Mumpung
diskon. Kalo gak diskon harganya lima ribu
Nia : tuh ada harga
normalnya. Lebay lu ah lima ribu
Sanda : kok gittuuuuuuu kalo
gue yg ngomooong ???!!!
Keluar toko tanpa beli apapun
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Yaaa begitulah kalo kami lagi
bercanda. Berdua doang tapi rasanya rame hehehe. Gak Cuma bercanda dan
curhat-curhatan aja, kami juga saling tukar info kuliner. Teteeeup nyambungnya
kesitu hehehe. Cara kalian menghadapi konflik gimana? Itulah kenapa gue gak
meyakini sebuah kata yang disebut ‘sahabat’.
In my opinion, persahabatan
itu kadang akur kadang konflik. Gue mau pertemanan gue hanya dipenuhi canda,
tawa, sedih, saling menguatkan, saling menolong dan saling berbagi. Daripada gue
harus menghadapi konflik dan nantinya jadi awkward satu sama lain, lebih baik
gue menyebutnya ‘teman baik’ meskipun di mata orang lain itu terlihat sebagai sebuah
persahabatan.
Bianca Ashyam H
Sebenarnya dia cewek berhati
lembut. Apalagi sama kucing. Sayangnya sama kucing tak ternilai. Tapiiii, dia
sering ditegur ibu-ibu di CL gerbong khusus wanita. Disuruh pindah gerbong krn
disitu khusus penumpang wanita. Jelaslaah krn penampilannya Bianca tomboy
maksimal. Banget. Rambut pendek, muka sangar, sepatu kyk cowok, ransel kyk
cowok. Gitu deh. “Ya udah bii lo kalo di gerbong cewek pake jepitan rambut aja”
kata nia. “iya niiih kata bos gue juga gitu”. Dari kami bertiga, dia yang
paling sukses. Jadi saat mereka kumpul, nia dan sanda serius dengerin wejangan
dari Bianca. Saling tukar ilmu juga.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nia : Bii ikut yuk makan gultik
Bianca : Apaan tuh gultik ?
Nia : Gulai tikungan. Di blok m. Murah meriah bii. Enaak
Sanda : iya biii ayoook
Bianca : itu gulai apa? Kambing atau sapi?
Nia : ga tau deh... kyknya sih sapi. Eh tapi gak tau deh.
Bianca : kalo kambing gak mau ah. Lagi mengurangi kambing gue.
Sampai di gultik
Sanda masih ngunyah, nia seperti biasa paling lama abisnya, bianca...
paling pertama!
Bianca : Bang, tambah satu ya!
Nia, sanda : wooooo tadi aja mikir-mikir. Gak taunya sekarang nambah
hahahahaha
Bianca : hehehehe
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari dulu kalo Bianca dapat
rezeki, gak pernah lupa sama nia dan sanda. Nia dan sanda selalu kebagian
rezekinya Bianca. Alhamdulillah :)
Pulang kuliah sering bareng, hampir tiap hari. Sebelum Bian
rumahnya pindah, rumahnya di daerah daan mogot. Sanda rumahnya di kalideres.
Jadi, kami bertiga pulang sering naik bis Deborah depok-kalideres. Kami bertiga
satu arah. Gue turun di kebayoran lama, bianca di Taman Kota, dan sanda di
kalideres. Udah hafal banget sama musisi jalanan yang langganan mencari nafkah
di deborah. Lama-lama jadi hafal juga lagu yang dinyanyiin. Hehe.
Tempat biasa gue duduk-duduk sama sanda di pim, TA, citraland.
Kenapa kok disitu? Soalnya disitu satu jalur arah kami pulang. Gaya bangettt
duduk-duduknya disitu.... Lah kenapa? Kan Cuma duduk-duduk aja. Tappiiii duduknya
mesti nabung dulu dua minggu sebelumnya hehehe. Sebelum kesana, kami rencanain
dulu dari jauh-jauh hari biar bisa nabung. Biar bisa jajan :’) maklum anak
sekolah :’) tapi kalo dadakan kesananya ya udah... murni duduk-duduk doang. Duduk-duduk
dalam arti yang sebenarnya hehe.
(kalo gak salah) semester 6
sekarang
Sekarang kalo diinget-inget yang
lalu-lalu jadi lucu sendiri. Semoga silaturahmi kami tetap terjaga sampai kapan
pun dan semoga kami diberi kesempatan untuk dapat saling melihat dan ikut
merasakan kesuksesan satu sama lain. Aamiin :)
Tuesday, November 12, 2013
Selamat Hari Ayah
Hari ini, 12 November 2013...
Baru tau dari twitter kalo Hari Ayah tuh jatuh pada tanggal 12 November. Beda sebulan lah ya sama Hari Ibu :)
Ok, saya akan menulis tentang ayah saya, saya memanggilnya Bapak.
Bapak saya mempunyai sifat yang sangat sabar, bijaksana, dermawan, bertanggung jawab. Ya, sama seperti ayah-ayah lainnya.
Dari sifat-sifatnya itu saya dapat menyimpulkan bahwa dari pendidikan beliaulah (dan tentunya dgn ibu saya juga) saya menjadi seorang yang (selalu berusaha) sabar dan berusaha menyelesaikan suatu masalah dgn bijaksana. semoga sifat itu tidak sementara ada di dalam diri saya.
Kadang saya berkhayal, ketika menikah kelak apa yang terjadi dengan saya. Bagaimana sedihnya saya atau apakah saya bisa tegar dan tetap tersenyum tanpa hadirnya beliau. Saya juga berkhayal, apakah saya bisa melihat beliau atau tidak saat kelak kakak saya yang menikahkan saya. Hemmm... terlalu jauh gak sih saya mengkhayalnya? Hehehe...
Kenangan yang saya ingat adalah sewaktu kecil saya dan beliau foto berdua di Bali. Saya memakai baju rok, bagian atas warna putih gambar boneka pake topi, bagian bawah warna merah plokadot putih, sedangkan beliau yang kalo gak salah menggunakan topi dan baju abu-abu bergaris. Kami berfoto dengan latar belakang batu besar. Udah, itu aja yang saya ingat. Selebihnya saya tidak ingat apa-apa. Waktu saya bersama dengannya hanya 3 tahun. Jadi, ya memang itu saja yang saya ingat. Sedih ya :')
Kenangan yang saya ingat adalah sewaktu kecil saya dan beliau foto berdua di Bali. Saya memakai baju rok, bagian atas warna putih gambar boneka pake topi, bagian bawah warna merah plokadot putih, sedangkan beliau yang kalo gak salah menggunakan topi dan baju abu-abu bergaris. Kami berfoto dengan latar belakang batu besar. Udah, itu aja yang saya ingat. Selebihnya saya tidak ingat apa-apa. Waktu saya bersama dengannya hanya 3 tahun. Jadi, ya memang itu saja yang saya ingat. Sedih ya :')
Beliau mengajarkan ibu saya pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh seorang suami. Beliau banyak mengajarkan ibu saya untuk menjadi seorang ibu dan istri yang mandiri. Dan hasilnya sampai sekarang, ibu saya adalah seorang wanita yang mandiri dan mempunyai kekuatan yang besar dalam merawat dan mendidik anak-anaknya, yaitu saya dan kedua kakak saya.
Hemmm itu saja yang saya ceritakan, maaf tidak begitu banyak hehe ;)
Semoga beliau tenang dan bahagia di sisi-Nya.. Aamiin
Selamat Hari Ayah :)
Sunday, October 27, 2013
Pertama kali ketemu Ka Eriz... di kontes mobil di salah satu universitas swasta di jakarta. Itu kontes pertama yg gue datengin, diajak mas didit. Mas didit memperkenalkan dunianya ke gue yg bener-bener awam di bidang itu. Disitu, oleh mas didit, gue dikenalin sama mas toha terlebih dulu. Beberapa jam kemudian ka eriz dateng, lalu kenalanlah sama ka eriz. Kesan pertama yg gue liat darinya adalah keren. Gue suka style-nya dannn gue naksir sepatunya! hehe. Terus, gue solat dzuhur bareng dia di masjid universitas itu. Disitu ka eriz ikut kontes sebagai lady owner. Saat itu ka eriz blm berhijab.
Pertemuan selanjutnya di JCC.
Mas didit sepakat sama ka eriz ketemu di pintu masuk kontes. Begitu ketemu ka eriz, gue langsung (agak) terperangah liat ka eriz berhijab. CANTIK! :) Dia pake wedges saat itu. Disitu ka eriz kasih hmmm semacam name tag ke mas didit. Trus masuk deh kami bertiga. Beberapa jam kemudian, ka eriz nanya ke gue musholla dimana. Sayangnya gue ga tau :( Selama di kontes itu gue memperhatikan penampilannya terus. Gue suka. Anggun! :) Feminin banget :) suka suka sukaaa :)
Pertemuan berikutnya di salah satu mall di Jakarta.
Kontes mobil lagi. Seperti biasa, ketemu ka eriz gue selalu memperhatikan penampilannya dari atas sampe bawah. Masih termasuk baru, tapi dia udh bisa berkreasi dgn hijabnya. Lagi, gue berkata 'anggun'. Tempat kontesnya itu di parkiran mall. Eh hujan. Gue disuruh masuk sama ka eriz ke mobilnya mas pewe. Tadinya gue ga mau masuk krn awkward. Tapi krn mas didit juga nyuruh, akhirnya gue masuk ke mobilnya mas pewe. Di dalem situ ada mas pewe, fita (pacarnya mas pewe), dan ka eriz. Gue diajak ngobrol sama dia. Gue nengok2 keluar buat liat mas didit, mau nyuruh mas didit masuk ke mobil juga maksudnya krn dia udh mulai kena hujan. Tapi mas diditnya gak mau. Awkward, gue nengok keluar lagi dgn maksud mau liat jarak antara mall dan parkiran, soalnya itu luas banget parkirannya. Krn gue nengok keluar terus, ka eriz bilang ke gue 'udaaah. senoy gak ilang kok'. Disitu ka eriz cerita bahwa dia abis dari samarinda apa pontianak gitu kondangan temennya. Petang harinya.. gue, mas didit, ka eriz, mas pewe, fita, mas erik, sama siapa lagi ya.. lupa, makan di hokben. Abis makan, gue sama mas didit pulang. Dan baru inget sekarang, pas pulang gue gak pamitan sama ka eriz krn gue sama mas didit misah dari mereka :'( Mereka liat-liat dulu di dalam mall, sedangkan gue harus segera pulang krn gak bisa pulang malem.
Gue lupa, apakah masih ada lagi pertemuan selain yg di atas tadi atau ngga.
Sekarang udah ngga ada sang lady owner. Berkurang teman yg ajak gue ngobrol kalo di kontes. Berarti gue harus lebih mengakrabkan diri dengan ka imoi, zahra, dan fita :)
Intinya, penampilan ka eriz memberikan inspirasi buat gue dalam berhijab. :)
Tuesday, April 2, 2013
Cyber Ethic
Cyber ethics adalah suatu aturan tak tertulis yang dikenal di dunia IT. Suatu nilai-nilai yang disepakati bersama untuk dipatuhi dalam interaksi antar pengguna teknologi khususnya teknologi informasi. Tidak adanya batas yang jelas secara fisik serta luasnya penggunaan IT di berbagai bidang membuat setiap orang yang menggunakan teknologi informasi diharapkan mau mematuhi cyber ethics yang ada.
Internet sebagai media interaktif memberikan kita
kemudahan yang sangat besar, tidak perlu lagi kita menghabiskan banyak waktu
dan uang untuk melakukan interaksi dengan orang lain. Bahkan dengan internet
kita langsung bisa interaksi dengan berbagai orang sekaligus walau kita belum
kenal secara visual dan bisa berasal dari mana saja di bumi ini.
Tapi juga internet memiliki banyak kelemahan, dalam interaktif perlu membangun suasana yang nyaman bagi lawan interaktif kita. Salah satu kelemahan internet sebagai media interaktif yaitu:
1. Kita tidak tahu kondisi emosi lawan interaktif,
2. Kita tidak tahu karakter lawan interaktif,
3. Kita bisa dengan tidak sengaja menyinggung perasaan seseorang.
Tapi juga internet memiliki banyak kelemahan, dalam interaktif perlu membangun suasana yang nyaman bagi lawan interaktif kita. Salah satu kelemahan internet sebagai media interaktif yaitu:
1. Kita tidak tahu kondisi emosi lawan interaktif,
2. Kita tidak tahu karakter lawan interaktif,
3. Kita bisa dengan tidak sengaja menyinggung perasaan seseorang.
Berikut
ini merupakan cyber ethic :
1. Tidak menggunakan internet untuk
menyakiti orang lain.
2. Tidak menyindir di dunia maya.
3. Tidak menggunakan kata-kata
kasar di dunia maya.
4. Tidak menggunakan internet untuk mencuri.
5. Tidak menggunakan internet untuk
memberikan saksi dusta.
6. Tidak menggunakan akun orang lain
tanpa izin.
7. Tidak membajak hasil kerja intelek orang lain.
8. Memikirkan konsekuensi sosial dari berbagai informasi yang dibuat atau rancang.
9. Gunakan internet dengan pertimbangan penuh tanggungjawab dan rasa hormat.
10. Tidak mencela karya orang lain.
sumber :
Nama : Astria Rahmania
NPM : 10109709
Kelas : 4KA19
Subscribe to:
Posts (Atom)



















